Irigasi Terputus Akibat Longsor, 87 Hektar Sawah di Desa Tertik Terancam Gagal Panen

Irigasi di Desa Tertik yang terputus akibat longsor

BengkuluVoice.com, Kepahiang – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Tertik Kecamatan Tebat Karai pada Minggu (18/09/2022).

Longsor ini memutuskan irigasi yang selama ini mengairi puluhan hektar sawah di desa tersebut.

Berdasarkan laporan dari desa setempat ke BPBD Kepahiang, bencana tanah longsor terjadi pada dini hari atau sekitar pukul 01.00 WIB.

“Irigasi terputus akibat longsor itu, petugas kita sudah cek langsung ke lokasi setelah mendapatkan laporan bencana itu dari warga,” terang Kepala Pelaksana BPBD Kepahiang, Taufik, Rabu (28/09/2022).

“Kurang lebih 87 hektar sawah terancam gagal panen karena kekeringan, akibat terputusnya saluran irigasi itu,” ungkapnya.

Menurutnya, BPBD dalam menyikapi bencana longsor yang memutuskan irigasi tersebut akan melakukan upaya penanganan tanggap darurat.

“Untuk menangani dampak buruk berupa gagal panen, diupayakan penanganan tanggap darurat, sekarang tengah diajukan,” kata Taufik.(bvc)

. .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *